Langsung ke konten utama

Proses Terbentuk dan Kegunaan Batu Konglomerat


Batu konglomerat merupakan batuan sedimen klastik yang berbentuk fragmen membundar (rounded). Ukuran diameter fragmen batuan ini lebih besar dari 2mm, ruang antara fragmen umumnya diisi dengan partikel yang lebih kecil dan/atau semen kimia yang mengikat batuan bersama-sama.

Secara keseluruhan, batu konglomerat tersusun atas bagian jutama yang disebut sebagai fragmen, semen, dan matriks. Perbadaan batu konglomerat dan batu breksi pada dasarnya mengacu pada bentuk fragmennya. Konglomerat memiliki bentuk fragmen membundar sedangkan breksi memiliki bentuk fragmen menyudut.

Batuan konglomerat terdiri dari berbagai komposisi pembentuknya. Sebagai batuan sedimen klastik dapat berisi fragmen dari bahan batuan atau hasil pelapukan yang tercucui dan terbawa di suatu lingkungan pengendapan.

Fragmen konglomerat tersebut dapat berupa partikel mineral seperti kuarsa dan juga berupa batuan sedimen, batuan beku, dan batuan metamorf. Matriks pengikat fragmen besar dapat berupa campuran pasir, semen kimia, dan lumpur.

Sebelum kita membahas lebih lanjut, kamu juga bisa mengetahui profil dari yawi echo, gamer esport mobile legends Indonesia. Langsung saja yuk kita bahas.

Proses Terbentuknya Batu Konglomerat

Batu konglomerat adalah batuan sedimen klastik yang terakumulasi dari fragmen-fragmen berukuran cukup besar. Diperlukan air yang kuat untuk mengangkut partikel fragmen sebesar ini. Lingkungan pengendapannya mungkin akan ada sepanjang aliran atau pantai dengan ombak yang kuat.

Bentuk bulat dari fragmen tersebut mengindikasikan bahwa terjadi proses perubahan bentuk fragmen atau sortasi oleh kecepatan aliran air selama proses transportasi berlangsung.

Semakin kuat dan deras aliran airnya, maka batu konglomerat tersebut akan berbentuk semakin bulat. Sedangkan jika airnya tidak begitu kuat, batu konglomerat akan berbetuk tidak bulat serta memiliki sisi runcing di beberapa bagiannya. Proses pembuatan batu konglomerat diawali oleh proses sedimentasi yang di lakukan oleh air atau ombak.

Tenaga sedimen ini akan membawa pasir dan kerikil lalu menumpuknya, lalu mengendapkannya. kemudian pasir dan tanah liat yang ada di sekitar endapan tersebut akan masuk dan mengisi ruangan yang ada di sekiar endapan yang akan mengeras itu.

Manfaat Batu Konglomerat

Batu konglomerat tidak dipergunakan secara komersil. Bentuk serta kekuatan fisiknya yang sangat minimal menjadi alasan sehingga tidak dapat diandalkan untuk dijadikan sebagai batuan yang bernilai ekonomis tinggi. Hal ini tentunya berkaitan dengan kekuatan ikatan antar fragmen matriks dan semen yang ada dalam batu konglomerat tersebut.

Batu konglomerat hanya bisa dihancurkan untuk membuat agregat halus yang dapat digunakan sebagai pendukung infrastruktur (bangunan) sederhana. Meskipun banyak terdapat batuan konglomerat yang dengan berbagai warna dan menarik, tapi sangat jarang digunakan sebagai batu hias maupun untuk interior.

Batuan ini juga dapat digunakan sebagai alat prospeksi. Sebagai contohnya adalah butiran intan, dengan “host-rock” Kimberlit), yang biasanya berasa dalam tubuh konglomerat. Jika batuan ini mengandung fragmen dari kimberlit maka sumber kimberlit seharusnya berada di sekitar konglomerat tersebut, entah dekat ataupun jauh, tinggal dilakukan prospeksi selanjutnya.

Komentar

© 2020 BATU ALAM

Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.