Batu Peridotit: Pengertian, Pembentukan, Ciri- ciri dan Manfaatnya


Tahukah kamu, dari semua jenis batuan penyusun lapisan bumi, batu permata lah yang paling indah. Batu permata digolongkan menjadi kelas-kelas tertentu sesuai dengan kualitas yang dimilikinya. Salah satu jenis batu permata yang berkualitas tinggi yakni, batu peridotit.

Berasal dari jenis Olivine, batu peridotit merupakan batu permata yang warnanya berasal dari komposisi kimia dari mineral itu sendiri dan bukan karena unsur atau zat lainnya.

Hal itulah yang menyebabkan batuan ini hanya berwarna hijau saja. Meski demikian, warna hijau dari batu peridotit ini bisa bervariasi. Perlu diketahui bahwa batu ini termasuk batu permata tertua di Bumi dan sudah ditemukan sejak tahun 1500 sebelum masehi.

Ciri-Ciri Batu Peridotit

Berikut ini merupakan ciri-ciri yang dimiliki oleh batu peridotit, antara lain :

• Hanya memiliki satu warna saja, yaitu warna hijau

Batu peridotit memiliki ciri khas yakni hanya berwarna hijau saja. Warna batuan ini berasal dari komposisi kimia dari mineral yang dimilikinya, sehingga hanya warna hijau saja yang terbentuk. Meski demikian warna hijau batu ini bisa berbeda- beda.

Kedalaman warna hijau pada batuan ini tergantung dari kandungan zat besi yang dimilikinya. Warna hijau batu ini bervariasi, mulai dari kuning hijau, kuning langsat hingga hijau kecoklatan. Warna hijau yang paling baikm adalah yang memiliki presentase kandungan besi kurang dari 15%. Sementara batu peridotit yang paling mahal adalah yang berwarna hijau tua dan intens.

• Memiliki tingkat transparansi yang baik

Selain berwarna hijau, batu peridotit memiliki ciri fisik yang transparan atau bening. Transparansi pada batuan ini sangat baik dan terlihat sangat bening. Ketika dipotong dan dipoles, kemilau yang dimiliki batu ini sangatlah menarik sehingga tampak seperti minyak.

• Tersusun atas dua mineral

Batu peridot adalah batu permata dari jenis Olivine. Olivine itu sendiri bukan tergolong mineral, namun komposisinya terdiri atas dua mineral, yaitu Fayalite dan Forsterite. Fayalite sendiri merupakan Olivine yang kaya akan kandungan besi, sementara Forsterite kaya akan kandungan magnesium.

Proses Pembentukan Batu Peridotit

Batu peridotit ini terbentuk di wilayah yang jauh lebih dalam yakni mantel bumi. Kristal batu peridotit terbentuk di magma yang berada di mantel bumi atas yang kemudian dibawa ke permukaan oleh aktivitas tektonik atau vulkanik yang kemudian ditemukan dalam bentuk batuan beku ekstrusif.

Manfaat Batu Peridotit

Batuan ini memiliki beberapa manfaat yang kemudian digunakan oelh manusia. Batu peridotit ini memiliki bentuk fisik yang sangat indah sehingga pemanfaatannya pun juga di bidang keindahan, yaitu sebagai bahan pembuatan perhiasan. Dengan warna hijau yang transparan, batuan ini sangat cocok sekali dijadikan sebagai perhiasan.

Batu peridotit juga merupakan jenis batu dengan tingkat kekerasan dan daya tahan yang baik, sehingga berbagai model perhiasan pun sangat cocok bila memanfaatkan batu ini. Hal tersebut didukung pula dengan harganya yang lumayan terjangkau.

Nah, itulah informasi lengkap seputar batu peridotit secara lengkap. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi seluruh pembaca.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Jenis dan Ciri-Ciri Batu Kecubung

Mengenal Keindahan Batu Marmer, Material Mahal Segudang Fungsi

Batu Apung: Pengertian, Ciri-Ciri Hingga Proses Terbentuknya