Mengenal Batu Gamping, Material Andalan Dalam Pembangungan Infrastruktur


Batu kapur merupakan material yang berasal dari batuan sedimen berwarna putih halus dan mengandung mineral kalsium. Terdapat tiga senyawa utama yang mewujudkan kapur, yakni kalsium karbonat, kalium oksida, dan kalsium hidroksida.

Pada kesempatan kali ini, akan membahas mengenai batu gamping atau batu kapur secara lengkap. Untuk lebih mengetahui lebih jelas, simak uraian berikut ini.

Pengertian Batu Gamping

Batu gamping atau batu kapur merupakan merupakan salah satu mineral industri yang cadangannya cukup melimpah dan tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Batuan ini adalah jenis batuan sedimen berwarna putih yang tersusun dari kalsium karbonat.

Saat ini, batu gamping banyak dimanfaatkan untuk bahan baku semen, pondasi rumah, dan campuran bahan bangunan. Sehingga, batu gamping mempunyai peran yang cukup penting sebagai bahan baku dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Pada prinsipnya, pengertian batu gamping mengacu pada batuan yang mengandung setidaknya 50% berat kalsium karbonat dalam bentuk mineral kalsit. Sisanya, batu gamping dapat mengandung beberapa mineral seperti kuarsa, feldspar, mineral lempung, pirit, siderit dan mineral-mineral lainnya. Bahkan batu gamping juga dapat mengandung nodul besar rijang, nodul pirit ataupun nodul siderit.

Proses Terbentuknya Batu Gamping

Terbentuknya batu gamping terjadi dalam insitu yang berasal dari larutan yang mengalami proses kimia dan biokimia yang melibatkan peran organisme. Butiran rombakan mengalami transportasi sehingga terendapkan di suatu tempat. Proses pembentukan berlangsung di lingkungan air laut. Endapan batu gamping atau batu kapur di alam dapat dilihat secara kasat mata dengan ciri khas batuan berwarna terang atau putih.

Batu gamping dibagi menjadi dua yaitu gamping non klastik dan gamping klastik. Batu gamping non klastik adalah koloni binatang laut terutama terumbu dan koral yang merupakan anggota coelenterata, sehingga tidak menunjukkan lapisan yang baik dan belum banyak mengalami pengotoran mineral lain.

Sementara itu, batu gamping klastik adalah hasil rombakan jenis batu kapur non klastik. Batu Kapur yang komponennya berasal dari fasies terumbu oleh fragmentasi mekanik, kemudian mengalami transportasi dan terendap kembali sebagai partikel padat diklasifikasikan dalam batu kapur/gamping/limestone.

Jenis-Jenis Batu Gamping

Terdapat beberapa jenis batu gamping, antara lain :

• Coquina

Coquina adalah jenis batu gamping kasar yang tersemenkan, tersusun dari sisa-sisa cangkang organisme. Batuan ini sering terbentuk pada daerah pantai dimana terjadi pemisahaan fragmen cangkang dengan ukuran yang sama oleh gelombang laut.

• Chalk

Jenis batu gamping ini memiliki tekstur yang sangat halus, biasanya berwarna putih atau abu-abu. Batuan ini terbentuk dari cangkang berkapur organisme laut mikroskopis seperti foraminifera atau dari berbagai jenis ganggang laut.

• Travertine

Jenis ini merupakan batu gamping yang terbentuk oleh presipitasi evaporasi. Batuan ini sering terbentuk di dalam gua, yang menghasilkan deposit seperti stalaktit, stalakmit, dan flowstone.

• Oolitic limestone

Batu gamping jenis ini tersusun oleh kalsium karbonat "oolites", berbentuk bulatan kecil yang terbentuk oleh hasil presipitasi konsentris kalsium karbonat pada butir pasir atau cangkang fragmen.

• Fossiliferous limestone

Batu gamping jenis ini mengandung banyak fosil. Batuan ini tersusun atas cangkang dan skeleton fosil suatu organisme.

• Lithographic limestone

Jenis batu gamping ini merupakan batu gamping padat dnegan ukuran butir sangat halus dan seragam, yang terjadi di dalam sebuah lapisan tipis membentuk permukaan sangat halus.

Manfaat Batu Gamping

Sifat fisik batu gamping memungkinkan batuan tersebut dapat berdiri kokoh walau mengalami proses abrasi. Sebagian besar pemanfaatan batu gamping adalah dibuat menjadi batu pecah yang dapat digunakan sebagai material konstruksi seperti landasan jalan dan kereta api serta agregat  dalam beton. Nilai paling ekonomis dari batu gamping yaitu sebagai bahan utama pembuatan smen Portland.

Demikian penjelasan tentang batu gamping. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi semua pembaca.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Jenis dan Ciri-Ciri Batu Kecubung

Mengenal Keindahan Batu Marmer, Material Mahal Segudang Fungsi

Batu Apung: Pengertian, Ciri-Ciri Hingga Proses Terbentuknya