Langsung ke konten utama

Mengenal Batu Sabak | Pengertian, Proses Terbentuknya, Ciri-Ciri, dan Manfaat


Batu sabak merupakan salah satu contoh batuan metamorf berbutir halus yang dihasilkan dari perubahan serpih atau batu lumpur dengan metamorfisme tingkat rendah.

Biasa disebut “slate”, batu sabak sering dimanfaatkan sebagai atap rumah serta interior lantai (ubin) karena daya tahan dan tampilannya yang menarik.

Sebelum kita membahas lebih lanjut, kamu juga bisa mengetahui profil dari Kenny austin, aktor muda asal Indonesia. Langsung saja yuk kita bahas.

Proses Terbentuknya Batu Sabak

Batu sabak dihasilkan dari lingkungan tektonik yang biasanya merupakan bekas cekungan sedimen yang terlibat dalam aktivitas lempeng konvergen. Batu serpih maupun batu lumpur di dalam cekungan akan tertekan oleh gaya horizontal sehingga mengalami sedikit kenaikan panas (proses metamorfisme).

Akibat dari kekuatan tekanan maupun panas inilah yang kemudian merubah mineral-mineral lempung pada serpih dan batu lumpur tersebut. Akibat dari tekanan secara terus menerus, tekstur foliasi akan berkembang membentuk sudut siku-siku sehingga menghasilkan foliasi vertikal, biasanya memotong lapisan serpih ataupun batu lumpur.

Batu sabak tergolong jenis batuan metamorf karena prose pembentukannya sangat dipengaruhi oleh tekanan dan suhu. Selain itu, batuan yang dikategorikan sebagai batuan metamorf juga ditentukan oleh teksturnya (foliasi dan non foliasi) yang dapat terbentuk selama peristiwa metamorfisme.

Ciri-Ciri Batu Sabak

Berikut dijelaskan beberapa ciri-ciri dari batu sabak, diantaranya :

1. Berwarna abu-abu, hijau dan merah

Batu sabak memiliki ciri yang khas seperti warnanya, yaitu abu-abu, hitam, hijau, dan ada juga yang berwarna merah. Warna-warna tersebut dapat berbeda-beda tergantung pada kandungan mineral yang dimiliki oleh batu tersebut.

2. Memiliki derajat metamorfisme yang rendah

Batu sabak atau slate adalah salah satu batuan yang berasal dari jenis batuan metamorf atau malihan. Batuan ini berasal dari metamorfis Shale dan batu lempung atau Mundstone. Meski demikian, batu sabak memiliki derajat metamorfis yang rendah apabilah dibandingkan dengan batuan metamorf yang lainnya.

3. Mudah membelah menjadi lembaran yang tipis

Ciri-ciri yang demikian tidak dimiliki oleh semua jenis batuan yang ada di bumi. Dengan keistimewaan ini, batu sabak pernah dijadikan sebagai alat tulis.

Manfaat Batu Sabak

Sebagian besar batuan sabak yang ditambang di seluruh dunia digunakan untuk memproduksi atap. Dalam hal ini, batu sabak berkualitas baik dapat dipotong tipis-tipis, mempunyai kelembaban minimal, serta tahan terhadap cuaca dingin.

Kekurangan penggunaan atap dari batu ini adalah biaya pemasangan atap dari bahan ini lebih mahal dibandingkan dengan bahan atap lainnya. Biaya yang mahal ini membuatnya terbatas hanya digunakan pada proyek-proyek konstruksi mewah karena nilai prestisenya tersebut.

 Batu sabak juga dapat dimanfaatkan sebagai interior lantai, paving ataupun agregat dekoratif. Jaman dahulu, batuan ini kerap digunakan sebagai papan tulis, meja biliar, batu asah, maupun bidang bagian atas meja. Selain itu, batu sabak juga merupakan isolator listrik yang baik, sehingga sering dimanfaatkan untuk dasar pembuatan panel listrik dan kotak saklar.

Nah, itulah tadi penjelasan tentang batu sabak. Semoga tulisan ini dapat berguna dan menambah wawasan bagi pembaca.

Komentar

© 2020 BATU ALAM

Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.