Cara Merawat Batu Kristal Agar Tetap Awet dan Berkilau


Batu kristal memang kerap dipercaya dapat bervibrasi pada frekuensi yang bekerja pada diri kita. Batu kristal dipercaya mampu menangkap serta mempertahankan energi yang ada di sekitarnya.

Itulah sebabnya mengapa kamu harus merawat koleksi batu kristalmu, jika ingin mengakses energi baik yang dihasilkan. Salah satu hal penting yang wajib kamu lakukan adalah merawatnya dengan cara membersihkan.

Membersihkan batu kristal juga tak bisa dilakukan sembarangan. Batu kristal akan cepat rusak jika kita salah dalam melakukan metode perawatan.

Namun, jangan khawatir, di bawah ini akan dijelaskan beberapa tips perawatan pada batu kristal agar tetap berkilau dan awet. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

1. Jemur Batu Kristal di Bawah Matahari Pagi dan Bulan Purnama

Kamu dapat merawat batu kristal mu dengan cara menjemur di abwah matahari pagi dan juga ketika bulan purnama. Usahakan agar menjemur kristal sebelum malam tiba (menjelang petang) dan sudahi proses penjemuran sebelum pukul 11 pagi.

Hal tersebut bermanfaat untuk menyeimbangkan penerimaan cahaya oleh batu kristal yang diperoleh dari cahaya bulan dan juga matahari pagi. Durasi penjemuran yakni sekitar 10 hingga 12 jam untuk hasil terbaik dan sebaiknya hindari paparan sinar matahari yang terlalu terik di siang hari.

Hal tersebut dikarenakan waktu terbaik untuk menerima cahaya matahari adalah di pagi hari. Setelah selesai menjemur, bilas batu kristal di air mengalir lalu keringkan.

2. Cuci Menggunakan Air Mengalir

Menyuci batu kristal dengan air mengalir dapat membantu menetralkan kandungan dalam batu dan membuatnya kembali murni dan seakan menyatu dengan bumi. Kamu dapat menyucinya di aliran sungai, air laut, dan air terjun selama semenit, kemudian keringkan dengan menggunakan kain.

Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua batu kristal dapat dibersihkan dengan air. Ada beberapa batu kristal yang mengandung bahan serta kandungan yang harus terhindar dari air karena memiliki kandungan berbeda dengan batu lainnya, yakni selenite.

Selenite tidak dapat kontak langsung dengan air karena komposisinya yang terbuat dari gypsum dan sifatnya mudah larut dalam air. Selain itu, terdapat juga batu kristal lainnya yang membutuhkan treatment khusus, yakni pyrite. 

Batu kristal dengan kandungan pyrite tidak bisa diletakkan di ruangan yang lembab, karena dapat mengalami proses oksidasi dan mengurangi kualitas warnanya.

3. Pengasapan Kristal dengan Sage atau Dupa

Mengasapi batu dengan menggunakan sage atau dupa juga dipercaya dapat memulihkan kembali kemurnian kandungan yang ada pada batu kristal. Kamu dapat memanfaatkan dupa ataupun sage, tanaman yang kerap dijadikan obat herbal yang kaya akan manfaat.

Lakukan proses pengasapan di dalam rumah atau di dekat jendela untuk menyingkirkan energi negatif dalam batu kristal lewat asap yang disebarkan. Diamkan asap hingga menyelimuti batu kristal selama kurang lebih 30 detik.

Nah, itulah tadi penjelasan mengenai cara perawatan batu kristal. Sebelum melakukan perawatan, pastikan bahwa kamu mengetahui jenis batu kristal yang kamu punya agar proses perawatan sesuai dengan kandungan serta jenis batu kristal tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Jenis dan Ciri-Ciri Batu Kecubung

Mengenal Keindahan Batu Marmer, Material Mahal Segudang Fungsi

Batu Apung: Pengertian, Ciri-Ciri Hingga Proses Terbentuknya