Kenali Cara Membedakan Batu Akik Asli dengan Sintetis

 


Para pecinta batu mulia atau batu akik tentu menginginkan batu yang benar-benar asli dari alam. Namun, sebagian besar dari mereka banyak yang  tertipu saat memilih batu akik yang ingin dibeli. Pasalnya, batu akik palsu banyak beredar di pasaran dan bentuknya sangat mirip dengan batu mulia atau batu akik asli.

Belakangan ini, tren batu mulia atau batu akik memang sedang merebak di kalangan masyarakat Indonesia. Sehingga tidak sedikit dari mereka yang sibuk berburu bahkan rela mengeluarkan biaya yang cukup besar demi batu mulia atau batu akik yang dinilai cantik atau bagus.

Hal itu lantas dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan dengan menjual batu sintetis atau palsu. Nah, umtuk menghindari hal tersebut, berikut ini Kami akan menyajikan informasi seputar cara membedakan batu akik asli dengan sintetis. Simak sampai habis ya!

 Cara Membedakan Batu Akik Asli dengan Sintetis

1. Menguji dengan tetesan air

Untuk menguji keaslian batu permata atau batu mulia salah satu caranya bisa menggunakan tetesan air. Caranya, teteskan air pada bagian batu yang datar, pada bagian yang halus atau bagian atas. Bila tetesan itu menggumpal seperti air di atas daun talas, maka batu itu asli.

Sebaliknya, bila tetesan air terburai, maka itu adalah batu sintetis. Jika Kamu menemukan hal ini saat membeli batu akik, sebaiknya hindari membelinya meski di tawari dengan harga yang jauh lebih murah.

2. Memperhatikan inklusi batu

Batu permata asli dari alam memiliki keunikan tersendiri dan tidak ada duanya. Biarpun memiliki warna yang sama tapi di dalam batu itu ada inklusi yang berbeda. Inklusi sendiri adalah garis retakan, gelombang, titik-titik samar yang membentuk pola tertentu yang unik.

Inklusi juga dapat berupa pendaran cahaya yang beragam bila dipandang dari sudut berbeda. Inklusi inilah yang menjadi ciri khas dari batu mulia atau batu akik asli yang tidak ditemukan dalam batu sintetis.

3. Perhatikan warna

Keaslian batu mulia yang berasal dari alam terutama terletak pada keawetan warnanya. Apabila lambat laun warna batu itu memudar, sudah bisa dipastikan bahwa batu itu adalah jenis batu sintetis. Batu mulia asli warnanya tidak akan pudar. Kecuali, kalau batu itu pecah karena terbentur  atau terjatuh pada sudut-sudut yang rawan.

4. Membawa batu ke laboratorium gemologi

Agar lebih akurat, batu mulia bisa dibawa ke laboratorium gemologi. Di laboratorium itu, para peneliti  akan memberikan hasil yang lebih pasti tentang jenis batu, beratnya, dan juga inklusi batu. Demikian juga tentang keaslian batu.

Tidak hanya itu, di laboratorium itu dapat dibedakan apakah batu itu sudah mengalami perlakuan khusus (treatmen) atau benar-benar belum terjamah campur tangan manusia. Cara ini memang terbilang sedikit memakan eaktu, namun Kamu bis mendapatkan hasil yang lebih akurat

5. Menggoreskan batu pada pasir

Cara lainnya adalah dengan menggoreskan batu pada pasir. Kamu bisa amati baik-baik apakah permukaan batu itu tergores atau tidak. Indikasinya, bila batu itu tergores maka batu itu kemungkinan adalah batu sintetis.

Sebaliknya, bila goresan pasir sama sekali tidak meninggalkan bekas pada permukaan batu, itu adalah batu mulia yang berasal dari alam. Cara ini cukup mudah dilakukan, akan tetapi Kamu benar-benar harus jeli saat mencoba cara ini.

Itulah informasi seputar cara membedakan batu mulia atau batu akik asli dengan batu sintetis yang bisa Kamu ketahui. Cara-cara di atas bisa Kamu terapkan ketika ingin membeli batu akik asli agar tidak tertipu. Semoga bermanfaat.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Jenis dan Ciri-Ciri Batu Kecubung

Mengenal Keindahan Batu Marmer, Material Mahal Segudang Fungsi

Batu Apung: Pengertian, Ciri-Ciri Hingga Proses Terbentuknya